Ada satu pertanyaan yang terus mengganggu pikiran saya belakangan ini: perang untuk apa? Pertanyaan itu sederhana. Pendek. Tapi ketika dipikirkan lebih dalam, jawabannya justru terasa rumit. Kita hidup di zaman di mana informasi bergerak sangat cepat. Setiap hari, timeline dipenuhi kabar konflik, ketegangan antarnegara, perpecahan, hingga pertikaian yang seolah tidak ada habisnya.
![]() |
| Perang Untuk Apa ? - Musikai OmPrap | Dangdut Koplo Santai |
Di tengah semua itu, saya justru merasa lelah.
Bukan lelah karena berita semata, tapi karena pola yang selalu sama: ambisi, kekuasaan, keserakahan, lalu korban yang tidak pernah benar-benar diperhitungkan. Dari sanalah lagu “Perang Untuk Apa” lahir.
Keresahan yang Tidak Bisa Didiamkan
Saya tidak bangun suatu pagi lalu tiba-tiba ingin membuat lagu bertema anti perang. Prosesnya lebih personal dari itu. Ada rasa gelisah yang pelan-pelan menumpuk.
Setiap kali melihat berita tentang konflik, yang terbayang bukan strategi militer atau peta geopolitik. Yang terbayang justru wajah anak kecil yang kehilangan rumah. Seorang ibu yang menunggu kepastian. Seorang ayah yang tak kembali.
Lalu muncul pertanyaan dalam hati: siapa sebenarnya yang menang?
Apakah benar ada kemenangan dalam perang? Atau kita hanya sedang menghitung kerugian dengan cara berbeda?
Saya mulai menulis potongan kalimat di ponsel. Awalnya hanya satu baris:
“Perang untuk apa?”
Semakin dipikirkan, semakin terasa bahwa pertanyaan itu cukup kuat untuk menjadi inti sebuah lagu.
Mengapa Dangdut Koplo Santai?
Banyak yang mungkin bertanya, kenapa tema berat seperti perang justru dibawakan dalam format dangdut koplo santai?
Jawabannya sederhana: karena saya ingin pesannya sampai.
Dangdut koplo adalah musik rakyat. Musik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Musik yang tidak eksklusif. Musik yang bisa dinikmati siapa saja tanpa harus berpikir terlalu rumit.
Kalau saya membuatnya dalam format yang terlalu serius, mungkin hanya sebagian kecil orang yang benar-benar mendengarkan. Tapi ketika pesan perdamaian dibungkus dalam irama koplo yang santai dan groove yang mengalir, orang bisa menikmatinya terlebih dahulu — lalu merenungkan liriknya kemudian.
Saya percaya musik punya dua kekuatan: menggerakkan tubuh dan menggerakkan hati.
Di lagu ini, saya ingin keduanya berjalan bersamaan.
Menulis Lirik: Antara Emosi dan Kesadaran
Proses penulisan lirik Perang Untuk Apa cukup emosional bagi saya. Saya berusaha menjaga satu hal penting: lagu ini tidak boleh menyudutkan pihak mana pun.
Saya tidak ingin menyebut negara. Tidak ingin menyebut kelompok. Tidak ingin membawa agenda politik. Fokusnya murni pada kemanusiaan.
Karena pada akhirnya, konflik selalu punya dua sisi. Tapi penderitaan rakyat sipil hampir selalu punya pola yang sama.
Saya menulis bagian chorus dengan sangat hati-hati. Chorus harus sederhana. Mudah diingat. Tapi juga menusuk.
“Perang untuk apa, siapa yang bahagia?”
Kalimat itu bukan tuduhan. Itu refleksi. Kalimat itu bukan provokasi. Itu pertanyaan.
Dan kadang, pertanyaan jauh lebih kuat daripada pernyataan.
Keserakahan: Akar yang Jarang Dibahas
Dalam lagu ini, ada satu kata yang menurut saya penting: serakah.
Perang sering dibungkus dengan istilah kehormatan, keamanan, atau perlindungan. Tapi di balik itu, sering kali ada kepentingan. Ada ambisi. Ada perebutan pengaruh. Ada keinginan untuk menguasai lebih banyak.
Saya tidak naif. Saya tahu dunia tidak sesederhana hitam dan putih. Tapi saya juga tahu bahwa ketika keserakahan dibiarkan tumbuh tanpa kendali, dampaknya bisa menghancurkan banyak kehidupan.
Melalui lagu ini, saya ingin mengingatkan bahwa kadang masalahnya bukan perbedaan. Masalahnya adalah ketidakmampuan untuk merasa cukup.
Tidak Ada Pemenang Sejati
Salah satu bagian yang paling saya rasakan saat menulis lagu ini adalah kesadaran bahwa dalam perang, konsep “menang” sering kali semu.
Sebuah wilayah bisa direbut. Sebuah kekuasaan bisa diperluas. Sebuah strategi bisa berhasil.
Tapi apakah itu benar-benar kemenangan jika ribuan keluarga kehilangan rumah? Jika anak-anak tumbuh dengan trauma? Jika generasi berikutnya mewarisi kebencian?
Saya ingin lagu ini menjadi pengingat bahwa kemenangan sejati bukan tentang dominasi, tetapi tentang kemanusiaan yang tetap utuh.
Musik Sebagai Ruang Aman untuk Refleksi
Saya percaya bahwa musik bisa menjadi ruang aman untuk merenung. Tidak semua pesan harus disampaikan dengan teriakan. Tidak semua kritik harus disampaikan dengan kemarahan.
Kadang justru nada santai, irama yang mengalun, dan lirik yang sederhana bisa membuka ruang diskusi yang lebih luas.
Perang Untuk Apa bukan lagu yang mengajak orang turun ke jalan. Lagu ini mengajak orang berhenti sejenak.
Berhenti. Bernapas. Berpikir.
Kalau memang ada pilihan selain perang, mengapa tidak memilih damai?
Harapan Saya untuk Lagu Ini
Saya tidak berharap lagu ini mengubah dunia secara instan. Tapi jika lagu ini bisa membuat satu orang saja berpikir ulang sebelum membenci, itu sudah cukup berarti.
Jika lagu ini bisa membuat seseorang menulis komentar “Sudahi Perang”, itu sudah menjadi langkah kecil menuju kesadaran kolektif.
Karena perubahan besar selalu dimulai dari percakapan kecil.
Dangdut Koplo dengan Pesan Sosial
Selama ini, dangdut koplo sering identik dengan hiburan dan suasana meriah. Tapi saya juga ingin menunjukkan bahwa dangdut koplo bisa menjadi medium pesan sosial.
Bisa santai tapi bermakna. Bisa menghentak tapi reflektif. Bisa menghibur sekaligus mengingatkan.
Saya ingin memperluas ruang dangdut koplo. Bahwa genre ini tidak terbatas pada satu tema saja. Ia bisa tumbuh dan berbicara tentang apa saja — termasuk perdamaian dunia.
Penutup: Damai Lebih Mulia
Di dunia yang penuh perbedaan, konflik mungkin tidak bisa dihindari sepenuhnya. Tapi kekerasan bukan satu-satunya solusi.
Saya membuat lagu ini karena saya merasa kita semua lelah melihat perpecahan dan kebencian.
Jika damai lebih mulia, mengapa tidak kita perjuangkan itu?
Dan jika musik bisa menjadi jembatan kecil menuju kesadaran itu, maka saya akan terus membuat lagu-lagu seperti ini.
Karena pada akhirnya, pertanyaannya tetap sama: Perang untuk apa?
Tonton Video Musik Resminya di Bawah Ini
Silakan tonton video resmi lagu Perang Untuk Apa berikut ini dan tuliskan pendapatmu di kolom komentar.
